Ablasi Takikardia Ventrikular dengan Pemetaan Elektro-Anatomikal 3 Dimensi

  • Yasmin Tadjoedin Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pusat Jantung Nasional, Harapan Kita, Jakarta
  • Yoga Yuniadi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pusat Jantung Nasional, Harapan Kita, Jakarta
  • Isman Firdaus Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pusat Jantung Nasional, Harapan Kita, Jakarta
  • Ganesja M Harimurti Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pusat Jantung Nasional, Harapan Kita, Jakarta
  • Muhammad Munawar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pusat Jantung Nasional, Harapan Kita, Jakarta

Abstract

Tingginya keberhasilan serta rendahnya morbiditas, telah menjadikan ablasi frekuensi radio transkateter sebagai terapi lini pertama pada beberapa jenis aritmia. Angka kesuksesan pada aritmia stabil dengan lokasi anatomis yang dapat diprediksi atau gambaran elektrogram intrakardiak yang khas seperti takikardia ventrikular idiopatik, atau atrial flutter yang bergantung pada ismus telah mencapai 90%.Namun, ablasi dari beberapa aritmia yang lebih kompleks seperti beberapa takikardi atrial, atrial fibrilasi, serta kebanyakan takikardia ventrikular masih merupakan tantangan besar. Hal ini disebabkan antara lain oleh keterbatasan teknik pemetaan kateter konvensional secara fluoroskopi dalam melokalisasi substrat aritmogenik. Ketidak-mampuan untuk menghubungkan secara akurat EKG intrakardiak dengan lokasi endokardium yang spesifik karena gerakan ujung kateter, juga membatasi reliabilitas pemetaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Friedman PA. Novel mapping techniques for cardiac electro-physiology. Heart 2002; 87 :575-82.

Callans DJ. New ablation paradigms: anatomic ablation of complex arrhytmia substrate. Dalam. Wang PJ ed. New arrhytmia technologies. Blackwell Futura. Massachusetts; 2005: 274-81

Ben-haim SA. Non fluoroscopic electroanatomical cardiac map-ping. Dalam. Zipes DP, Jalife J ed. Cardiac electrophysiology from cell to bedside. Edisi 3. WB Sounders Company. Phila-delphia; 2000: 834-39.

Packer DL. Evolution of mapping and anatomic imaging of car-diac arrhytmias. J cardiovasc electrophysiol 2004; 15(7): 839-54

Fogoros RN. Electrophysiological testing. Edisi 3. Bab7.The electrophysiology study in the evaluation of ventricular tachyarrhytmias. Blackwell sciene.Williston; 1999: 153-207

Hsia HH, Callans DJ, Marchlinski FE. Characterization of endocardial electrophysiological substrate in patients with nonischemic cardiomyopathy and monomorphic ventricular tachycardia. Circulation. 2003; 108: 704-10

Verma A, Marrouche NF, Schweikert RA, Saliba W, Wazni O, Cummings J et all. Relationship between successful ablation sites and the scar border zone defined by substrate mapping for ventricular tachycardia post-myocardial infarction. J Cardiovasc Electrophysiol. 2005 ;16(5):472-73.

Volkmer M, Ouyang F, Deger F, Ernst S, Goya M, Bansch D, et all. Substrate mapping vs. tachycardia mapping using CARTO in patients wit coronary artery disease an ventricular tachycar-dia: impact on outcome of catheter ablation. Europace.2006 ; 8(11): 968-76.

Khongphatthanayothin A, Kosar E, Nademanee K. Nonfluoroscopic three-dimensional mapping for arrhytmia ablation: tool or toy?. J Cardiovasc Electrophysiol. 2000;11(3):239-43.
Views & Downloads
Abstract views: 790   
PDF (Bahasa Indonesia) downloads: 602   
How to Cite
Tadjoedin, Y., Yuniadi, Y., Firdaus, I., Harimurti, G., & Munawar, M. (1). Ablasi Takikardia Ventrikular dengan Pemetaan Elektro-Anatomikal 3 Dimensi. Indonesian Journal of Cardiology, 28(2), 142-145. https://doi.org/10.30701/ijc.v28i2.258
Section
Case Reports